Category Archives: Pengetahuan Dasar Komputer

Belajar dasar – dasar komputer

Fitur Fitur Firewall Server Untuk Bisnis Kecil (Small Business)

Kali ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan umum untuk firewall server yang ditujukan kepada usaha kecil. Kita ketahui bahwa konektifitas jaringan internet sangat komplek sekali dan disitu banyak hal yang bisa kita lakukan. Dan perlu kita perhatikan adalah salah satunya dari segi keamanan (security) dijaringan kita.  Kalau tidak waspada akan hal ini sangat berdampak serius akan keamanan data perusahaan.  Tentunya untuk mengimplementasikan ini membutuhkan resources yang cukup untuk bisa melindungi keamanan data di perusahaan. Disini saya akan berbagi sedikit fitur yang diperlukan minimal untuk implementasi keamanan jaringan menggunakan firewall.

  • Internet Connection Support. Banyak firewall akan mendukung ADSL, VDSL, Ethernet dan dalam banyak kasus 4G. Pastikan firewall yang Anda pilih kompatibel dengan koneksi internet Anda.
  • Wirelles Support. Sebagian besar UKM menggunakan WIFI dalam beberapa bentuk. Saat ini Anda harus melihat 802.11AC untuk kinerja terbaik dan jika memungkinkan, Anda harus dapat mengamankan jaringan nirkabel menggunakan Kunci Pra-Shared, nama pengguna / kata sandi dan idealnya, firewall harus menampilkan WIDS (Intrusion Detection Service)
  • Anti Virus. Gateway antivirus berarti firewall memindai unduhan dan e-mail Anda untuk virus pada perangkat, menambahkan lapisan pertahanan tambahan ke antivirus yang ada di PC / Server Anda.
  • Intrusion Prevention Service (IPS). IPS memindai lalu lintas dan melihat pola yang mungkin menunjukkan potensi serangan atau eksploitasi terhadap jaringan atau desktop / server Anda. IPS dapat mengidentifikasi pola tersebut dan langsung memblokir serangan tersebut. Solusi IPS yang efektif jarang ditampilkan pada router SMB, namun umum terjadi pada firewall bisnis kecil seperti Fortigate.
  • Web Filtering tujuan utama penyaringan web adalah mengendalikan situs web yang dapat diakses atau tidak oleh staf Anda. Selain menyaring konten, fitur penting adalah memblokir akses ke situs web “berisiko tinggi” yang diketahui, situs web yang menginangi virus dan perangkat lunak jahat lainnya.
  • Reporting. Ini adalah kunci. Kemampuan firewall Anda untuk memberi tahu Anda atau penyedia firewall yang dikelola jika terjadi virus, malware, atau serangan terdeteksi. Ini harus mudah digunakan, sebaiknya dalam bentuk ringkasan eksekutif mingguan.
  • Virtual Private Networks (VPN). VPN memungkinkan akses jarak jauh ke tempat kerja dari rumah, seluler atau di jalan. Firewall SMB terkemuka akan mendukung IPSec dan SSL VPN yang memungkinkan Anda terhubung ke jaringan kantor dari manapun di internet. VPN Situs-ke-Situs memungkinkan Anda menghubungkan beberapa situs ke satu jaringan, menghubungkan kantor-kantor jauh, pabrik dan situs lainnya.
  • Technical Support. Ini penting. Dukungan teknis dapat diberikan oleh vendor atau oleh mitra firewall yang Anda kelola. Ini berarti Anda tidak perlu khawatir dengan konfigurasi, monitoring atau setup.

Itu adalah hal-hal yang perlu di pahami minimal dalam pemilihan firewall server untuk perusahaan.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Apa beda HTTP dan HTTPS???

Ok, hari ini saya akan mencoba memberikan sedikit gambaran perbedaan antara HTTP dan HTTPS. Kenapa ini saya tuliskan di blog ini karena jujur saja banyak yang bertanya tentang perbedaaan http dan https yang dikarenakan hanya beda satu huruf saja di belakang huruf “S” tapi banyak perbedaan dan cara kerjanya.  Saya sendiri terkadang lupa untuk menjawabnya hehehehe…..

HTTP :

HyperText Transfer Protokol, dimana untuk http sering kita gunakan pada saat kita melakukan browsing di internet, protokol ini lah yang membantu anda melihat halaman internet yang anda minta di browser tersebut. HTTP ini menggunakan port 80 untuk berkomunikasi dengan server yang kita tuju supaya dari pihak server merespon kembali ke klien

HTTPS :

HyperText Transfer Protokol Secure, hal yang sama dengan http untuk cara kerjanya akan tetapi ditambah dengan fitur lapisan keamanan dalam bentuk TLS/SSL, protocol ini menggunakan port 443. Sehingga server dan klien berkomunikasi dengan lebih aman menggunakan protocol ini. Dalam penggunaan https ini diharuskan untuk mempunyai sertifikat SSL yang mana dapat memungkinkan untuk melakukan enkripsi data antara server dan klien.

Ini sedikit gambaran perbedaan http dan https yang bisa saja berikan, semoga membantu. :))

 

 

Apa itu Shadow IT?

Informasi ini saya dapat dari link ini http://www.detiknas.go.id/2016/11/25/tahukah-kamu-apa-itu-shadow-it/.

Semoga bisa memberikan tambahan wawasan. 🙂

Sekarang adalah masa dimana segala hal berbasis multi-media, multi-perangkat dan multi- Operation System (OS). Kita sudah menemukan ada banyak jenis perangkat smartphone dan tablet menggunakan berbagai OS, seperti Windows, iOS serta Android. Semua jenis perangkat dan sistem tersebut banyak digunakan untuk bekerja atau berbisnis, namun ada hal yang seringkali dieluhkan yaitu mengenai sistem penyimpanan data.

Para pekerja maupun pebisnis kebanyakan menginginkan kemudahan dan kenyamanan dalam penyimpanan data serta mendapatkan tempat penyimpanan pribadi yang lebih murah. Maka dari itu, sebagian besar dari mereka memanfaatkan Shadow IT yang bisa dengan mudah diakses melalui semua jenis operasi sistem handphone.

Shadow IT adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem teknologi informasi yang dibangun untuk memberikan solusi tanpa adanya persetujuan dari organisasi itu sendiri. Dalam kata lain, Shadow IT adalah hal yang “tidak resmi”.

Meskipun Shadow IT bukanlah sistem resmi, namun telah memberikan kemudahan dan inovasi bagi para pekerja kantor maupun pebisnis, karena Shadow IT bisa dengan mudah digunakan dan disebarkan melalui perangkat pribadi, seperti DropBox, media sosial, Chat Messenger, Google Docs, Gmail dan lain sebagainya.

Cara ini memang dianggap fleksibel dalam penyimpanan data karena menggunakan pengaturan privasi. Shadow IT sangat cocok bagi mereka yang bekerja secara mobile agar lebih efektif dan efisien.

Tidak dipungkiri bahwa sebenarnya Shadow IT bisa menjadi sumber penting dalam peningkatan inovasi dan kinerja karyawan ataupun pebisnis, karena jenis cloud sistem ini bisa menjadi prototipe untuk solusi TIK masa depan. Namun, di sisi lain Shadow IT masih menjadi hal yang tidak sesuai dengan kinerja sebuah organisasi dilihat dari keamanan, kontrol dan kehandalan. (ar/fs/sb)

Cara Mendiagnosa Hardware PC-Laptop

Tentunya kita sudah pasti tahu yang namanya Device Manager di operating system Windows, dimana dengan itu kita bisa lebih tahu apa saja hardware yang tertanam di dalam pc-laptop kita, nah disini saya hanya akan berbagi sedikit info bahwa ada ada software yang bisa melihat secara detail perangkat keras kita yang ada didalam pc kita. Tentu saja banyak sekali software yang bisa digunakan, akan tetapi sofware yang akan saya berikankan ini menurut saya lebih simpel tapi dengan kemampuan yang cukup detail.

Nama software ini adalah HWINFO, kenapa saya suka software ini dikarenakan ada beberapa hal yang cukup membuat kita nyaman menggunakan software ini, antara lain:

  • lebih detail memberikan informasi tentang hardware
  • akurat dalam melakukan monitoring komponen yang berjalan, dan bisa memberikan prediksi akan kegagalan perangkat
  • dan yang paling saya suka adalah perangkat ini mempunyai versi portable sehingga tidak perlu instalasi hanya perlu disimpan di dalam flaskdisk

Untuk lebih lanjutnya bisa dilihat di http://www.hwinfo.com.

Semoga membantu.

Regard

HebatWijaya

Mendeteksi Troubleshooting Komputer

Ada beberapa cara untuk mendeteksi permasalahan dalam komputer sehingga anda lebih mudah dalam mengambil salah satu langkah apa yang harus dilakukan jika mengalami masalah.

Analisa Suara
Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh
BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang
dengan baik. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
§ Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
§ Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau
RAM.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA
Card.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
§ Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
§ Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di RAM.
§ Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
§ Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila
temperatur processornya terlalu tinggi (panas).

 

Cara untuk mengetahui software terinstall di Windows

Wah cukup lama rupanya saya ga posting di blog ini dikarenakan hampir satu tahun ini banyak kerjaaan yang cukup menyita waktu. Langsung saya akan menuliskan sedikit cara kita dalam mencari software apa saja yang terinstall di dalam pc/laptop kita. Ketika Anda menggunakan sistem anda, anda akan menginstal banyak program dengan beberapa digunakan setiap hari dan beberapa hanya sesekali. Ketika Anda menginstal ulang sistem anda untuk alasan apapun, itu bisa menjadi sakit di leher untuk menginstal ulang semua perangkat lunak tanpa hilang bahkan orang-orang yang digunakan sesekali. Jadi, jika Anda pernah  menginstal ulang sistem Windows, memiliki daftar semua perangkat lunak yang diinstal pada sistem anda akan membuat segalanya lebih mudah. Ada beberapa cara untuk mendapatkan daftar semua perangkat lunak yang diinstal. Memilih metode yang Anda merasa nyaman dengan dan menghasilkan daftar.  Langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Tekan tombol ” Win + R”, ketikkan cmd lalu enter
  • Ketik “wmic /output:D:\InstalledSoftwareList.txt  product get name version”, untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini :

list-software

Lalu tekan enter, anda akan mendapatkan list software yang ada di komputer dalam belum txt sesuai dengan nama file yang anda buat. Folder D yang ada dalam script diatas menandakan bahwa letak file tersebut di simpan.

Semoga membantu, dan tunggu postingan dari saya yang insha Allah jauh lebih banyak….

Mengenal Teknologi RAID pada HDD

RAID (Redundant Array of Independent Disks) adalah teknologi yang menggabungkan beberapa HDD (bisa 2, 3, 4,  dst) menjadi satu dan terbaca sebagai 1 harddisk. Ada istilahnya RAID 0, RAID 1, RAID 1+0, RAID 2 dst yang akan menentukan jenisnya.

Sebagai perbandingan, bila sistem operasi yang digunakan adalah windows, maka drive pada RAID yang muncul hanya C saja. Beda halnya jika konfigurasi RAID tidak digunakan maka drive yang muncul adalah C, D dan E atau bahkan lebih (satu drive untuk satu harddisk) tergantung berapa banyak harddisk yang digunakan.

Tujuan RAID sendiri sebenarnya cuma ada 3, yaitu kecepatan data (stripping), keamanan data (mirroring) maupun keduanya.

Awalnya RAID hanya digunakan untuk server saja, dimana keamanan data & kecepatan sangat mutlak diperlukan. Dan untuk membuat konfigurasi RAID ini awalnya perlu RAID card tersendiri yang harganya sangat mahal. Namun beberapa tahun terakhir Intel menyelipkan fasilitas RAID controller kedalam chipset ICHxR mereka sehingga RAID bisa dinikmati oleh user lewat onboard controller pada motherboard.

RAID sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, karena prinsip dasarnya RAID sebenarnya hanya ada 2, yaitu : stripping dan mirroring.

Stripping adalah membagi kerja 2 atau lebih hardisk untuk mengolah 1 data pada saat bersamaan. Jadi misalnya Anda menyimpan data sebesar 1GB di 2 HDD yang distripping, maka 2 hardisk itu akan menyimpan masing2 500GB. Demikian juga dengan loading data, 2 HDD tersebut akan kerja bersamaan untuk membaca data. Hasilnya adalah waktu yang jauh lebih singkat (2x lebih cepat).

Kelemahan stripping adalah jika salah satu dari array HDD macet, maka separuh data yang disimpan di HDD yang lainpun tidak akan bisa terbaca.

Nah, kalau Mirroring artinya Anda akan membackup data yang sama persis di HDD lain secara realtime. Jadi ini ditujukan untuk keamanan data. Kelemahannya adalah kerugian kapasitas. Misalnya Anda punya 2 x HDD 2TB yang dimirroring, maka itu artinya Anda hanya memiliki 2TB data dan 2TB data mirror. Beda dengan stripping yang artinya jika Anda memiliki 2x HDD 2 TB, maka kapasitas totalnya adalah 4 TB.

RAID yang umum digunakan untuk pengguna di rumah adalah RAID 0, RAID 1, dan RAID 0+1.

RAID 0 banyak memberikan keuntungan secara speed & ekonomis. Peningkatan kecepatan yang akan Anda dapatkan adalah sebanding dengan jumlah HDD yang Anda stripping. Jadi misalnya 4 HDD bisa 400MB/s kecepatannya. Berarti bisa mengalahkan kecepatan sebuah SSD yang hanya rata-rata 180 MB/s.

RAID 0
Juga dikenal dengan modus stripping. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menggabungkan kapasitas dari beberapa harddisk. Sehingga secara logikal hanya “terlihat” sebuah harddisk dengan kapasitas yang besar (jumlah kapasitas keseluruhan harddisk).

Pada awalnya, RAID 0, digunakan untuk membentuk sebuah partisi yang sangat besar dari beberapa harddisk dengan biaya yang efisien. Data yang ditulis pada harddisk-harddisk tersebut terbagi-bagi menjadi fragmen-fragmen. Dimana fragmen-fragmen tersebut disebar di seluruh harddisk. Sehingga, jika salah satu harddisk mengalami kerusakan fisik, maka data tidak dapat dibaca sama sekali.

Namun ada keuntungan dengan adanya fragmen-fragmen ini: kecepatan. Data bisa diakses lebih cepat dengan RAID 0, karena saat komputer membaca sebuah fragmen di satu harddisk, komputer juga dapat membaca fragmen lain di harddisk lainnya.

 

RAID 1

Biasa disebut dengan modus mirroring. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menyalin isi sebuah harddisk ke harddisk lain dengan tujuan: jika salah satu harddisk rusak secara fisik, maka data tetap dapat diakses dari harddisk lainnya.

Contoh:
Sebuah server memiliki 2 unit harddisk yang berkapasitas masing-masing 80GB dan dikonfigurasi RAID 1. Setelah beberapa tahun, salah satu harddisknya mengalami kerusakan fisik. Namun data pada harddisk lainnya masih dapat dibaca, sehingga data masih dapat diselamatkan selama bukan semua harddisk yang mengalami kerusakan fisik secara bersamaan.

 

RAID 2

RAID 2, juga menggunakan sistem stripping. Namun ditambahkan tiga harddisk lagi untuk pariti hamming, sehingga data menjadi lebihreliable. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 5 (n+3, n > 1). Ketiga harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan hamming code dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.
Contoh:
Kita memiliki 5 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, D, dan E) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 2, maka kapasitas yang didapat adalah: 2 x 40GB = 80GB (dari harddisk A dan B). Sedangkan harddisk C, D, dan E tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi pariti hamming dari dua harddisk lainnya: A, dan B. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A atau B), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan pariti kode hamming yang ada di harddisk C, D, dan E.

RAID 3

RAID 3, juga menggunakan sistem stripping. Juga menggunakan harddisk tambahan untuk reliability, namun hanya ditambahkan sebuah harddisk lagi untuk parity.. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 3 (n+1 ; n > 1). Harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan parity dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.

Contoh kasus:
Kita memiliki 4 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, dan D) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 3, maka kapasitas yang didapat adalah: 3 x 40GB = 120GB. Sedangkan harddisk D tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi parity dari ketiga harddisk lainnya: A, B, dan C. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A, B, atau C), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan parity yang ada di harddisk D. Namun, jika harddisk D yang mengalami kerusakan, maka data tetap dapat dibaca dari ketiga harddisk lainnya.

RAID 4
Sama dengan sistem RAID 3, namun menggunakan parity dari tiap block harddisk, bukan bit. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).

RAID 5
RAID 5 pada dasarnya sama dengan RAID 4, namun dengan pariti yang terdistribusi. Yakni, tidak menggunakan harddisk khusus untuk menyimpan paritinya, namun paritinya tersebut disebar ke seluruh harddisk. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).
Hal ini dilakukan untuk mempercepat akses dan menghindaribottleneck yang terjadi karena akses harddisk tidak terfokus kepada kumpulan harddisk yang berisi data saja.

RAID 6
Secara umum adalah peningkatan dari RAID 5, yakni dengan penambahan parity menjadi 2 (p+q). Sehingga jumlah harddisk minimalnya adalah 4 (n+2 ; n > 1). Dengan adanya penambahan pariti sekunder ini, maka kerusakan dua buah harddisk pada saat yang bersamaan masih dapat ditoleransi. Misalnya jika sebuah harddisk mengalami kerusakan, saat proses pertukaran harddisk tersebut terjadi kerusakan lagi di salah satu harddisk yang lain, maka hal ini masih dapat ditoleransi dan tidak mengakibatkan kerusakan data di harddisk bersistem RAID 6.

Tabel Level RAID

RAID0 Level ini menerapkan stripping, tapi tidak mem-back-up data. Dengan demikian, kinerja PC bisa meningkat, kapasitas HDD meningkat 2x lipat, tetapi tak ada cadangan/backup data.
RAID1 Level ini dikenal juga dengan nama mirroring. RAID1 membuat salinan data yang ada di harddisk lain sebagai back-up. Hal ini sangat berguna ketika data yang ada di harddisk adalah data yang sangat penting dan tidak boleh rusak. Akan tetapi, RAID1 tidak menawarkan peningkatan performa. Kinerja server maupun PC tetap biasa saja.
RAID2 RAID2 menggunakan stripping antara harddisk yang digunakan. Hanya saja, beberapa harddisk digunakan untuk menyimpan informasi mengenai pemeriksaan error dan koreksi, Error Checking dan Correscting(ECC).
RAID3 Tipe RAID ini menggunakan stripping dan menggunakan 1 harddisk untuk menyimpan informasi mengenai pariti (parity). RAID3 juga digunakan untuk mendeteksi adanya error. RAID3 berguna untuk sistem yang digunakan oleh 1 orang yang berisi data yang amat panjang.
RAID4 RAID4 menggunakan stripe yang besar. Dengan demikian, sistem bisa membaca data dari 1 drive. Sistem yang meggunakan RAID4 bisa mengambil keuntungan dari adanya pembacaan data secara bersamaan.
RAID5 Tipe RAID ini memiliki array parity. Semua penulisan dan pembacaan data dapat dilakukan bersamaan. RAID5 menyimpan data parity, tetapi tidak bisa melakukan back-up. RAID5 paling tidak butuh 3 harddisk. Tapi biasanya 5 harddisk yang digunakan.
RAID6 Mirip dengan RAID5, tetapi memiliki pariti kedua yang tersebar di beberapa harddisk sehingga menawarkan back-up yang luar biasa.
RAID7 RAID7 membuat sistem operasi sebagai controller, caching menggunakan jalur cepat.

Sumber :

http://klikhost.com/mengenal-teknologi-raid-pada-hdd/